Selasa, 13 Desember 2011

Fakta-fakta di Balik Indahnya “Kebahagiaan”


Para ilmuwan melakukan penelitian untuk menyelidiki akar dari emosi yang positif ini. Mari kita simak bersama temuan mereka yang mencengangkan tentang kebahagiaan berikut ini.

1. Meski gen dan latar belakang didikan mempengaruhi 50% sifat bahagia yang dimiliki seseorang, namun keadaan sekitar (lingkungan dan pendapatan) ternyata hanya berpengaruh 10% saja. 40% sisanya dipengaruhi oleh penampilan luar dan aktivitas seseorang, termasuk hubungan, pertemanan, dan pekerjaan; bagaimana ia berhubungan dengan komunitas, serta keterlibatan dalam olahraga dan hobi.

2. Mood yang baik mengeluarkan aroma tersendiri. Para ilmuwan menemukan bahwa kita bisa menilai apakah seseorang sedang dalam keadaan mood/ tidak dari aroma tubuhnya. Dalam sebuah percobaan, beberapa pria dan wanita diminta menonton film yang menyeramkan. Sementara asyik menonton, ketiak mereka diberi semacam bantalan khusus untuk menampung keringat yang dihasilkan. Seminggu kemudian, para peneliti meminta orang lain untuk membedakan aroma mana yang memiliki mood baik dan mana yang ketakutan. Orang tersebut berhasil menebak dengan tingkat ketepatan yang mengejutkan.

3. Orang tua lebih puas dengan kehidupan mereka ketimbang kaum muda. Survei yang diadakan Centre for Disease Control and Prevention menemukan mereka yang berumur 20-24 tahun merasakan kesedihan rata-rata 3,4 hari per bulannya, sementara usia 65-74 tahun hanya 2,3 hari saja.

4. Jika Anda melakukan olahraga 20 menit, 3 kali seminggu, selama 6 bulan, maka perasaan bahagia Anda akan meningkat sebanyak 10-20%.

5. Mereka yang tergolong sangat bahagia ketika dideteksi lewat tes psikolog mengembangkan 50% antibodi lebih banyak daripada mereka yang mendapat vaksin flu.

6. Menurut para peneliti dari The World Database of Happiness dari Erasmus University di Belanda, Denmark merupakan negara paling berbahagia di dunia, diikuti oleh Malta, Switzerland, Iceland, Irlandia, dan Kanada.

7. Dalam klinik-klinik kesehatan di Amerika Serikat, tingkat depresi masyarakat meningkat 3-10 kali lebih banyak dibanding 2 generasi terdahulu.

8. Pendatang atau kaum imigran cenderung dipengaruhi karakter bahagia dari negara tujuan ketimbang negara asal mereka.

9. Pekerja yang lebih kaya cenderung lebih bahagia daripada mereka yang ‘miskin’, namun para peneliti memperkirakan mereka yang berbahagia cenderung memiliki potensi lebih besar untuk menjadi kaya.

10. Penderita stroke atau penyakit mengerikan lainnya memang sangat menderita dalam jangka waktu pendek, sesaat kemudian tingkat bahagia yang mereka rasakan tak jauh beda dari orang sehat rata-rata.

11. Saat menikah, kebahagiaan seseorang membubung tinggi, namun sesaat kemudian kebahagiaan mereka segera kembali ke level ketika sebelum menikah.

12. Kaum wanita cenderung mengalami titik puas terendah pada usia 37, sementara pria baru mengalaminya ketika berumur 42 tahun.

13. Tertawa sampai ‘perut’ sebanyak 100-200 dalam sehari memiliki dampak yang sama dengan olahraga keras, yaitu mampu membakar hingga 500 kalori.

14. Emas tidak menjamin kebahagiaan. Studi yang dilakukan terhadap para atlet Olimpiade menemukan bahwa pemenang medali perunggu lebih bahagia daripada peraih medali perak, dan kadang-kadang malah lebih bahagia daripada peraih medali emas. Menurut tim psikolog asal Australia, Graham Winters, adalah lebih membahagiakan menjadi juara ketiga di saat Anda tak menduganya dibanding mendapatkan keistimewaan sebagai yang pertama.

15. Professor Michael Argyle yang banyak memimpin studi tentang kebahagiaan, mendapati bahwa di antara aneka kegiatan yang bisa membuat orang bahagia, seperti olahraga dan musik, yang paling berpengaruh adalah menari. Hal ini dikarenakan menari atau berdansa melibatkan olahraga, musik, komunitas, sentuhan, dan aturan, yang meningkatkan kebahagiaan secara drastis.

16. Beberapa studi menunjukkan hewan peliharaan bisa mengurangi tekanan darah dan stres, serta mendongkrak kesehatan dan kebahagiaan.

17. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, sisa kekayaan hanya memiliki sedikit efek (atau tidak sama sekali) terhadap kepuasan atau kebahagiaan seseorang.

18. Seseorang yang memiliki hubungan stabil umumnya merasa bahagia daripada mereka yang singel.

19. Dalam negara dengan tingkat pendapatan tinggi, seperti negara-negara Skandinavia, tingkat kebahagiaan cenderung lebih tinggi dibanding negara dengan tingkat penghasilan tak merata seperti USA. Masyarakat cenderung memilih daerah dengan otonomi mandiri dan demokrasi langsung untuk meningkatkan pendapatan.

20. Menurut studi 40 tahun yang telah diperbarui oleh Universitas Harvard, bayi yang sering dipeluk dan ditimang cenderung tumbuh dalam kebahagiaan

Minggu, 01 Juni 2008

customer relationship management E-commerce


1. APA ITU CRM ? Customer Relationship Management atau CRM merupakan akronim atau singkatan yang paling populer dikalangan orang orang sales dan marketing. Dalam bahasa Indonesia adalah Manajemen Hubungan Pelanggan (MHP). Telaah per katanya adalah sebagai berikut; Pelanggan atau customer, kata pertama, di kamus bahasa Inggris artinya adalah seseorang yang berulang kali atau teratur melakukan pembelian kepada seorang pedagang. Jadi pelanggan adalah orangnya (dalam definisi ini tidak disinggung tentang kepuasan, mahal-murahnya pembelian, dll). Hubungan atau relationship, kata kedua, adalah bentuk komunikasi dua arah antara pembeli dan penjual. Manajemen, kata terakhir, artinya pengelolaan (secara luas tanpa perlu menjabarkan detail bagaimana mengelola sesuatu). Jadi definisi diatas kalau digabungkan kirakira menjadi pengelolaan hubungan dua arah antara suatu perusahaan dengan orang yang menjadi pelanggan di perusahaan tersebut.
CRM dalam perkembangannya didefinisikan sebagai berikut:
a) CRM adalah sebuah istilah industri TI untuk metodologi, strategi, perangkat lunak (software) dan atau aplikasi berbasis web lainnya yang mampu membantu sebuah perusahaan (enterprise, kalau besar ukurannya) untuk mengelola hubungannya dengan para pelanggan.
b) CRM adalah usaha sebuah perusahaan untuk berkonsentrasi menjaga pelanggan (supaya tidak lari ke pesaing) dengan mengumpulkan segala bentuk interaksi pelanggan baik itu lewat telepon, email, masukan di situs atau hasil pembicaraan dengan staf sales dan marketing.
c) CRM adalah sebuah strategi bisnis menyeluruh dari suatu perusahaan yang memungkinkan perusahaan tersebut secara efektif bisa mengelola hubungan dengan para pelanggan.
Para ahli marketing juga mengatakan bahwa tidak mudah mendefinisikan apa itu CRM. Ini dikarenakan luasnya cakupan CRM terhadap aktivitas sales dan marketing yang pada akhirnya menjadi bagian dari manajemen pengetahuan (knowledge management) dari perusahaan itu sendiri. Apa hubungannya dengan TI atau teknologi komputer pada umumnya?
Jelas, TI merupakan bagian terpenting (tapi bukan yang pertama) dari CRM karena tanpa kemampuan teknologi computer yang handal untuk mengolah besarnya informasi yang berhasil dikumpulkan, CRM akan lumpuh dan tidak ada artinya.
2. SEJARAH CRM Dengan adanya internet, tembok penghalang yang membatasi pelaku bisnis baru untuk melakukan penetrasi pasar menjadi sangat kabur, kalau tidak bisa dikatakan tidak ada. Sekarang seorang pelaku bisnis baru bisa melakukan bisnisnya dengan rekanan dari luar kota, negara bahkan lintas benua. Di sisi lain, di pihak pelaku bisnis yang mapan dengan merek besar mereka, situasi diatas bisa jadi menguntungkan atau malah merugikan. Perbedaan teknologi sudah tidak penting lagi karena para pemain baru bisa mendapatkan teknologi yang sama itu dengan gampang. Jadi kalau perusahaan besar masih mengandalkan produknya (product focus) niscaya mereka bakal tersusul oleh pemain-pemain baru itu. Hal ini dikarenakan faktor pembeda produk pemain lama dan pemain baru tidak banyak lagi.
Sebagai contoh: sudah pernah ditawari portabel VCD player bikinan negeri tirai bambu? Harga yang ditawarkan tidak bisa untuk membeli walkman merek negeri sakura yang berteknologi auto reverse dan super-duper bass. Tetapi, umur produknya tidak beda jauh jika dipakai sama hati-hatinya. Teknologi lasernya sama persis. Bahkan feature-nya tidak kalah dan garansinya bisa diminta. Karena hal inilah perusahaan-perusahaan besar (enterprise) mencoba mengganti arah bisnis mereka fokus ke pelanggan (customer focus).
Fakta mengatakan bahwa biaya untuk mendapatkan pelanggan baru bisa 10 kali biaya untuk menjaga pelanggan yang sudah ada. Sementara itu pelanggan juga memiliki kecenderungan untuk tidak hanya ‘transaksional’, beli barang – dapat barang – selesai, tetapi ingin lebih, beli barang – memilih service – dapat barang dan service – beli lagi. Sehingga pelanggan menginginkan hubungan dua arah dengan perusahaan-perusahaan yang mampu memberikan pelayanan tambahan tanpa terasa ‘mahal’. Selain kecenderungan naiknya kompetisi global diatas dimana produk-produk yang ada sangat sulit dibedakan, kecenderungan lain yang melahirkan CRM adalah majunya teknologi manajemen data yang memungkinkan disimpannya jutaan data dalam satu sistem tunggal. Dua puluh tahun yang lalu, informasi tentang pelanggan akan disimpan dalam dua puluh sistem yang berbeda dan tidak ada teknologi yang mampu mengelola informasi kompleks tentang pelanggan. Data yang ada bisa dari telepon, email, faksimili, tulisan tangan staf sales dan marketing, kartu nama, dll.
CRM berawal sekitar tahun 1990-an sebagai langkah logis setelah rame-rame Enterprise Resource Planning (ERP). Satu faktor lagi yang melahirkan CRM adalah penelitian marketing oleh PIMS yang menyimpulkan bahwa “pelanggan yang menggerutu tidak puas akan bercerita kepada sekitar 7-10 orang temannya sedangkan pelanggan yang puas akan merekomendasikan perusahaan bersangkutan ke 3-4 teman mereka.
3. APA YANG ADA DI PASARAN AMR
Research melaporkan beberapa penyedia software CRM seperti Siebel Systems, Clarify (Nortel Networks), PeopleSoft dan Oracle sebagai pemimpin pasar. Juga beberapa perusahaan kecil kompetitif seperti SalesLogix, Onyx Software, Pivotal, E.piphany, Kana dan Silknet Software. Sementara itu perusahaan-perusahaan penyedia jasa profesional CRM sebagai pemimpin pasar misalnya Accenture, Art Technology Group, Cambridge Technology Partners, CSC, Deloitte Consulting, EDS, eLoyalty, Cap Gemini Ernst & Young, IBM Global Services, KPMG Consulting dan PriceWaterhouseCoopers.
4. IMPLEMENTASI CRM
Untuk mengimplementasikan sebuah strategi CRM, diperlukan paling tidak 3 (tiga) faktor kunci yaitu:
(1) orang-orang yang profesional (kualifikasi memadai)
(2) proses yang didesain dengan baik dan
(3) teknologi yang memadai (leading-edge technology).
Tenaga yang profesional tidak saja mengerti bagaimana menghadapi pelanggan tetapi juga mengerti cara menggunakan teknologi (untuk CRM). Apapun tanpa desain yang baik akan gagal, begitu juga CRM.
Perusahaan pengguna CRM harus sudah mengetahui tujuan (business objectives) dan tuntutan bisnis (business requirements) yang diinginkan dari implementasi CRM ini. Teknologi CRM paling tidak harus memiliki elemen-elemen berikut:
a) Aturan-aturan Bisnis: tergantung dari kompleksitas transaksi, aturan-aturan bisnis harus dibuat untuk memastikan bahwa transaksi dengan pelanggan dilakukan dengan efisien. Misalnya pelanggan dengan pembelian besar yang mendatangkan keuntungan besar harus dilayani oleh staf penjualan senior dan berpengalaman, dst.
b) Penggudangan Data (data warehousing): konsolidasi dari informasi tentang pelanggan harus dilakukan dalam satu sistem terpadu. Hasil analisa harus mampu menampilkan petunjuk-petunjuk tertentu tentang pelanggan sehingga staf penjualan dan marketing mampu melakukan kampanye terfokus terhadap grup pelanggan tertentu. Nantinya gudang data ini juga harus mampu menaikkan volume penjualan dengan cross-selling atau up-selling.
c) Situs (web): jelas CRM harus memiliki kemampuan swalayan. Hanya aplikasi berbasis situs (web based) yang bisa mendukung ini. Pelanggan bisa melakukan transaksi sendiri, tahu berapa yang harus dibayar, dsb.
d) Pelaporan (reporting): teknologi CRM harus mampu menghasilkan laporan yang akurat dan komprehen, nantinya berguna untuk menganalisa kelakuan pelanggan, dll.
e) Meja Bantu (helpdesk): teknologi yang mampu mengintegrasikan informasi pelanggan ke aplikasi meja bantu akan menunjukkan ke pelanggan seberapa serius sebuah enterprise menangani pelanggannya.
Banyak perusahaan menawarkan solusi-solusi CRM yang ‘tinggal pakai’ yang memiliki tingkat fungsionalitas yang beragam. Biasanya produkproduk ini sudah cukup memadai. Tetapi bukan itu yang membuat sukses implementasi CRM. Bisnis proses yang terintegrasi dan konsolidasi data yang sudah ada saat implementasi CRM yang bakal menjamin suksesnya CRM itu sendiri. Pertanyaan mendasar yang muncul paling awal adalah apakah sebuah perusahaan perlu CRM? Jawabannya, perlu! Karena dengan tren bisnis yang ada, tujuan utama sekarang adalah meningkatkan loyalitas pelanggan ke perusahaan kita. Dengan loyalitas pelanggan yang meningkat,kelangsungan bisnis masa depan bisa berlanjut. Perusahaan-perusahaan yang menerapkan CRM mendapatkan pengertian yang lebih baik tentang pelanggan mereka dan kebutuhan mereka. Dikombinasikan dengan penggudangan data, bank data dan meja bantu atau pusat panggilan (call center), CRM membantu perusahaan untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang sejarah pelanggan, apa-apa yang menjadi kesenangannya, apa saja keluhannya dan bahkan data lain untuk mengira-ira apa yang pelanggan akan beli di masa datang.
5. KEUNTUNGAN CRM CRM membantu perusahaan untuk mengembangkan produk baru berdasarkan pengetahuan yang lengkap tentang keinginan pelanggan, dinamika pasar dan pesaing dengan cara:
a)Menjaga pelanggan yang sudah ada
b)Menarik pelanggan baru
c)Cross Selling: menjual produk lain yang mungkin dibutuhkan pelanggan berdasarkan pembeliannya
d)Upgrading: menawarkan status pelanggan yang lebih tinggi (gold card vs. silver card)
e)Identifikasi kebiasaan pelanggan untuk menghindari penipuan
f)Mengurangi resiko operasional karena data pelanggan tersimpan dalam satu sistem
g)Respon yang lebih cepat ke pelanggan h)Meningkatkan efisiensi karena otomasi proses
i )Meningkatkan kemampuan melihat dan mendapatkan peluang
j)Dan lain sebagainya Salah satu contoh CRM yang bagus adalah situs http://www.amazon.com/ dimana pelanggan tidak hanya mendapat pengalaman yang menyenangkan selama membeli buku tetapi juga bisa melihat sejarah pembelian, melihat rekomendasi tentang sebuah buku, memonitor pengiriman, mendapat informasi terbaru, dll.
6. MASALAH CRM YANG MUNGKIN TERJADI Yang perlu dipahami adalah bahwa teknologi merupakan bagian terakhir untuk melengkapi seluruh proses CRM. Teknologi bukan segalanya dalam CRM, teknologi bisa dibawa belakangan dan teknologi siap pakai sudah tersedia. Yang utama adalah persiapan proses bisnis, tujuan implementasi, sampai sedalam apa CRM mau digunakan, sejauh mana hubungan dengan pelanggan mau dibina, data atau sistem apa yang sudah dan sedang digunakan. Luangkan sedikit ekstra waktu untuk menjawab semua itu baru setelah itu memikirkan biaya, skala, servis yang dibutuhkan, penyedia jasa yang diperlukan, konsultan pendidik yang harus didatangkan dan solusi CRM macam apa yang vendor tawarkan. Masalah fatal dan besar yang mungkin terjadi, seperti aplikasi TI lainnya, adalah terbuangnya feature atau kelebihan-kelebihan yang ditawarkan TI secara percuma. Pelanggan tetap mengeluh, hubungan dengan pelanggan tetap transaksional, tidak ada peningkatan efisiensi, staf sales dan marketing masih saling menyembunyikan data, profit perusahaan yang stagnan, dll.
  • Dengan menggunakan e-commerce kita dapat memperoleh beberapa keuntungan yang meliputi layanan konsumen dan citra perusahaan menjadi baik, menemukan partner bisnis baru, proses menjadi sederhana dan waktu dapat dipadatkan, dapat meningkatkan produktivitas, akses informasi menjadi cepat, penggunaan kertas dapat dihindari, biaya transportasi berkurang dan fleksibilitas bertambah.
    Manfaat dari e-commerce bagi konsumen diantaranya dapat melayani transaksi 24 jam hamper disetiap lokasi, memberikan banyak pilihan pada pelanggan, menyediakan produk yang tidak mahal dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan pembandinagn secara tepat, pengiriman menjadi cepat, partisipasi dalam pelayanan maya (virtual action), dapat berinteraksi denagn pelanggan lain dan memudahkan persaingan.
    Manfaat e-commerce bagi masyarakat diantaranya dapat memungkinkan untuk bekerja dirumah, terbatasnya jumlah barang yang dijual, dapat menikmati produk atau jasa yang susah dipasarkan, memfasilitasi layanan public seperti perawatan, kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Dengan adanya berbagai keuntungan e-commerce, maka ada juga keterbatasannya dengan kategori teknis dan nonteknis.

Keterbatasan Teknis, meliputi:

  1. Adanya kekurangan sistem keamanan, kehandalan, standard dan beberapa protokol komunikasi.
  2. Adanya bandwidthtelekomunikasi yang tidak mencukupi.
  3. Adanya pengembangan perangkat lunak masih dalam tahap perkembangan dan berubah dengan cepat.
  4. Sulit menyatukan perangkat lunak internet dan e-commerce dengan aplikasi dan database yang ada sekarang ini.
  5. Vendor-vendor kemungkinan perlu server web yang khusus serta infrastruktur lainnya selain server jaringan.
  6. Beberapa perangkat lunak e-commerce mungkin tidak cocok bagi hardware tertentu.
sumber :
  1. http://forum.therealcommunity.com/viewtopic.php?t=350&sid=f31d7b39d9963153967ca43c04ba6d9a
  2. http://dosen.amikom.ac.id/downloads/artikel/Karya%20tulis.doc




Sabtu, 31 Mei 2008

Supply Chain Management E-Commerce















Supply Chain Management berkaitan dengan siklus yang lengkap dari
bahan mentah dari para supplier, ke kegiatan operasional di perusahaan,
berlanjut ke ditribusi sampai kepada konsumen. Hal penting yang menjadi dasar
pemikiran pada konsep ini adalah focus peda pengurangan kesia-siaan dan
mengoptimalkan nilai pada rantai pasokan yang berkaitan.

Supply Chain Management ?
Merupakan pengelolaan berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh
bahan mentah, dilanjutkan kegiatan transformasi sehingga menjadi produk
dalam proses, kemudian menjadi produk jadi dan diteruskan dengan pengiriman
kepada konsumen melalui sistim distribusi. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan
mencakup pembelian secar tradisional dan berbagai kegiatan penting lainnya
yang berhubungan dengan supplier dan distributor. Oleh karena itu Supply
Chain Management antara lain meliputi penetapan:
a. Pengangkutan.
b. pembayaran secara tunai atau kredit (proses transfer)
c. supplier
d. distributor dan pihak yang membantu transaksi seperti Bank
e. Hutang maupun piutang
f. pergudangan
g. pemenuhan pesanan
h.informasi mengenai ramalan permintaan, produksi maupun
pengendalian persediaan.


Isu global tentang Supply Chain
Pada waktu perusahaan sudah masuk dalam pasar global, maka perluasan
rantai pasokan yang dimiliki menjadi suatu tantangan strategis.
Agar supaya rencana strategi tentang manajemen rantai pasokan menjadi
sukses, maka seharusnya:
a. fleksibel dalam arti cukup reaktif terhadap perubahan yang ada
baik dari ketrersediaan komponen, distribusi, jalur pengiriman,
aturan impor dan nilai tukar.
b. Dapat menggunakan teknologi mutahir untuk menjadwal dan
mengelola pengiriman komponen dan produk akhir.
c. Menetapkan staff yang mempunyai keahlian secara local
mengenai cara menyikapi peraturan, perdagangan, pengangkutan,
penanganan konsumen dan isu politi

Senin, 12 Mei 2008

E-Commerce Security

Cybercrime

Pencurian kartu kredit
Hacking dan Cracking beberapa situs
Penyadapan transmisi data dgn cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam program komputer

Dalam cybercrime dimungkinkan adanya :
  1. Delik Formil
  2. Delik materiil
Dalam cybercrime dimungkinkan adanya :
  1. Delik Formil, yaitu : masuk ke komputer orang lain tanpa ijin
  2. Delik materiil, yaitu : menimbulkan kerugian bagi orang lain
Kasus-kasus Cybercrime adalah sebagai berikut :
  • Penipuan lelang online
  • Penipuan saham online
  • Penipuan pemasaran berjenjang online
  • Penipuan kartu kredit

Cyberlaw

Indonesia :
  1. Undang-Undang ITE
  2. KUHP pasal (362)

unsur mencuri meliputi mengambil suatu barang yang sebagian atau seluruhnya kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki, dan dilakukan secara melawan hukum.

Bila satu dari unsur itu tidak ada, seseorang tentu tidak bisa dikatakan mencuri.
Singapura (1998) :
The Electronic Act (Transaksi Elektronik)
The Electronic Communication Act(ECPA)

A.S (1996) :
Communication Assistance For Law Enforcement Act
Tellecomunication Service

Tujuan dasar SECURITY :

Konsep dasar yang berkaitan dengan keamanan e-Commerce

Jenis-jenis Keamanan :
  1. Perlindungan
  2. Pembahasan Keamana

Tujuan Dasar Keamanan :
  • Confidentiality
Jaminan bahwa informasi yang dikirim melalui internet tidak dapat dibuka atau di ketahui oleh orang yang tidak berhak.
  • Integrity
Jaminan konsistensi data informasi sesuai dengan data asli shg terhindar dari penduplikatan dan perusakan data.

  • Availability
Jaminan bhw hanya pengguna sah (orang yang berhak) saja yg bisa mengakses informasi miliknya sendiri
  • Legitimate user
Jaminan kepastian bhw sumber informasi tdk diakses oleh org yang tidak berhak/ bertanggung jawab.
  • Security Policy
Satu set aturan yang diterapkan pada semua kegiatan pengamanan pada sistem komunikasi dan komputer yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan.


Konsep Dasar yg Berkaitan dengan Keamanan E-Commerce :
  • Authorization
Bagian dari security policy, berupa pemberian kekuatan secara hukum kepada pengguna / user untuk melakukan segala aktivitas nya.
  • Accountability
Bagian yg mendasari security policy.

Dimana bila individu yang berhak ingin mengakses accountnya harus dijamin oleh securiy policy tsb. bahwa ia benar-benar bisa melakukan segala aktivitasnya.
  • A Threat
Kemungkinan munculnya seseorang, sesuatu atau kejadian yg bisa membahayakan aset-aset yg berharga khsusnya yg berhubungan dengan tujuan keamanan.
  • An Attack
Realisasi dari ancaman.

Ada dua macam attack :

- Passive Attack

- Active Attack

Monitoring terhadap segala kegiatan atau jalannya pengiriman informasi rahasia oleh organisasi yg tidak berhak. Perusakan informasi dgn sengaja dan langsung mengena pd sasaran
  • Safeguards
kontrol secara fisik, mekanisme dari kebijaksanaan dan prosedur yang melindungi informasi berharga dari ancaman yang mungkin datang setiap saat.
  • Vulnerabilities
bagian dari sistem yg mudah rusak atau diserang karena adan sela-sela keamanan yg bisa ditembus.
  • Risk
perkiraan nilai kerugian yg ditimbulkan oleh kemungkinan ada nya attack yang sukses, makin tinggi Vulnarablenya maka semakin tinggi pula tingkat risknya.
  • Risk Analysis
proses yang menghasilkan suatu keputusan apakah pengeluar an yang dilakukan terhadap safeguard benar-benar bisa menjamin tingkat keamanan yang diinginkan.

keamanan-keamanan yang harus diperhatikan :
  1. Keamanan Komunikasi
  2. Keamanan Komputer
  3. Keamanan secara fisik
  4. Keamanan personal
  5. Keamanan administrasi
  6. Keamanan media yang digunakan
Jenis Keamanan :
  • Keamanan Komunikasi
Perlindungan terhadap informasi ketika dikirim dari sebuah sistem ke sistem lain.
  • Keamanan Komputer
Perlindungan terhadap sistem informasi komputer.
  • Keamanan secara fisik
satpam, pintu terkunci, sistem kontrol.
  • Keamanan personal
Kepribadian operator (orang yg mengoperasikan sistem)
Keamanan administrasi

Pencatatan kejadian pada H/W atau S/W

Keamanan media yang digunakan :

Harddisk, dan jaminan data tidak hilang.

Perlindungan

Perlindungan yang dilakukan pada keamanan komunikasi dan Komputer.

1. Authentication service

Memberikan konfirmasi pengesahan terhadap identitas pengguna.

- Entity authentication

Pintu gerbang masuk pertama (password)

- Data origin authentication

Informasi sah/tidaknya sebuah identitas.

2. Access Control services.
Melindungi semua fasilitas dan sumber-sumber yang ada, dari akses yang tidak berhak

3. Confidentiality Service

Memproteksi informasi yang kira-kira menjadi incaran akan disingkap oleh orang lain

4. Data integrity services

Melindungi terhadap ancaman dari usaha orang yang akan mengubah data

5. Non repudiation Service

Perlindungan terhadap user dari ancaman user yang berhak lainnya.

Cookies

Unit informasi yang disimpan di komputer client dalam bentuk text file. Diciptakan dan digunakan oleh server untuk mengingat informasi tentang user seperti pilihan options, atau user ID. Informasi dalam cookies dikirim oleh browser untuk dibaca server sebagai bagian dari HTTP request. Server memiliki akses untuk membuat, menginisialisasi dan mengubah parameter cookie. Masa habis berlaku (expiration time). User ID, password yang dienkripsi
Alamat server yang dituju, dsb

Firewall (i)

Dapat berupa sebuah komputer, router atau peralatan komunikasi yang menyaring akses untuk melindungi jaringan dari gangguan ilegal, kecelakaan atau tindak kejahatan. Bisa berupa hardware, software, atau bisa juga berupa seperangkat aturan dan prosedur (policy) yang ditetapkan oleh organisasi

Firewall (ii)

2 komponen pokok firewall :
Packet filter: menyaring semua paket yang masuk dan keluar pada port-port internet Network Address Translation (NAT): pelindung detail IP address private yang digunakan dalam LAN untuk digunakan ke jaringan Internet. Namun juga dapat menyebabkan seorang pembobol sistem menjadi susah dilacak karena IP-nya tersembunyi

Firewall (iii)
  • Memblok 3rd party cookies
  • Memblok script-script internet yang tidak aman
  • Menutup celah-celah keamanan (port) yang rawan disusupi cracker
  • Menolak PING dan port scanning dengan menyembunyikan status komputer
Contoh: Zone Alarm, Black Ice Defender, Norton Tiny Personal Firewall, dsb


Kelebihan Firewall

Sebagai fokus keputusan security. Pos pemeriksaan paket data yang keluar-masuk
Mendukung security policy, misalnya perusahaan menetapkan penggunaan NAT sehingga hanya user atau group tertentu yang boleh keluar, hanya protokol tertentu yang aktif, hanya beberapa aplikasi yang boleh akses keluar, dsb. Mencatat log aktifitas user sebagai dokumentasi statistik tentang penggunaan jaringan.

Kelemahan Firewall

Firewall tidak dibuat untuk penyerang “orang dalam” yang misalnya, berusaha menyalin data ke dalam disket, atau memodifikasi program Firewall tidak dapat melindungi dan melawan lalu lintas data yang tidak melewatinya (sistem backdoor) Firewall tidak dapat melindungi dan melawan virus, scanning hanya ditujukan ke alamat sumber, alamat tujuan, dan nomor port, bukan data yang rinci.

sumber : http://209.85.175.104/search?q=cache:9o2DawOveGIJ:118.98.160.245/download/materi/E-Commerce/SP34242E-Comm%252013.ppt+%22keamanan+e-commerce%22&hl=id&ct=clnk&cd=2&gl=id

Rabu, 23 April 2008

infrastruktur pengembangan E-Commerce di Indonesia

Lahirnya e-commerce (sangat diharapkan) membantu pulihnya perekonomian di Indonesia dengan menciptakan masyarakat yang lebih professional. Di samping pengetahuan teknologi, local content juga merupakan factor untuk untuk dapat berkompetisi di dunia cyber ini. Penciptaan aturan main sangat penting dalam menghadapi implementasi teknologi di segala bidang, apakah dengan ini akan menciptakan masyarakat yang sejahtera atau akan dapat menyengsarakan sebagian dari kita.

Aplikasi e-commerce B2B yang melibatkan katalog elektronik, pertukaran, dan pangsa pasar pelelangan yang menggunakan website dan portal Internet, intranet, dan ekstranet untuk menyatukan pembeli dan penjual.
Banyak portal e-commerce B2B dibangun dan dioperasikan untuk berbagai industri oleh perusahaan pihak ketiga marker-marker yang disebut infomediaries, yang mana boleh mewakili konsortium dari perusahaan utama.
E-commerce B2B juga meliputi aplikasi seperti pertukaran data elektronis, yang mana secara otomatis melakukan pertukaran dokumen bisnis di Internet.

sumber :
http://tarbiyah.uin-suka.ac.id/file_ilmiah/e-Commerce.ppt

E-LEARNING

E-LEARNING (PEMBELAJARAN ELEKTRONIK)
elektronik atau e-Learning telah dimulai pada tahun 1970-an (Waller and Wilson, 2001). Berbagai istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat/gagasan tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on-line learning, internet-enabled learning, virtual learning, atau web-based learning.

arti E-Learning adalah Menurut Allan J. Henderson, e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e-learning Question and Answer Book, 2003). Henderson menambahkan juga bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas. William Horton menjelaskan bahwa e-learning merupakan pembelajaran berbasis web (yang bisa diakses dari Internet). Pembelajaran jarak jauh. E-learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa saja berada di Jakarta, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di kota lain bahkan di negara lain. Namun, interaksi masih bisa dijalankan secara langsung ataupun dengan jeda waktu beberapa saat. Jadi, pembelajar bisa belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah yang terkoneksi dengan Internet, sedangkan materi belajar dikelola oleh sebuah perusahaan di Amerika Serikat, di Jepang ataupun di Inggris. Dengan cara ini, pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat ia mengakses ilmu yang dipelajari. Jika, pembelajaran ditunjang oleh perusahaan, maka si pembelajar bisa mengakses modul yang dipelajarinya dengan mengkoordinasikan waktu ia belajar dan waktu ia bekerja. Misalnya, jika pada pagi hari sampai siang hari, ia dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya di kantor, maka ia bisa menyisihkan waktu di sore hari menjelang pulang untuk belajar. Tugas-tugas yang sehubungan dengan e-learning yang ditekuni pun bisa disesuaikan waktu pengerjaannya dengan kesibukan pembelajar. Pembelajaran dengan menggunakan media elektronik. E-learning, seperti juga namanya “Electronic Learning” disampaikan dengan menggunakan media elektronik yang terhubung dengan Internet (world wide web yang menghubungkan semua unit komputer di seluruh dunia yang terkoneksi dengan Internet) dan Intranet (jaringan yang bisa menghubungkan semua unit komputer dalam sebuah perusahaan). Jika Anda memiliki komputer yang terkoneksi dengan Internet, Anda sudah bisa berpartisipasi dalam e-learning. Dengan cara ini, jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi bisa jauh lebih besar dari pada cara belajar secara konvensional di ruang kelas (jumlah siswa tidak terbatas pada besarnya ruang kelas). Teknologi ini juga memungkinkan penyampaian pelajaran dengan kualitas yang relatif lebih standar dari pada pembelajaran di kelas yang tergantung pada “mood” dan kondisi fisik dari instruktur. Dalam e-learning, modul-modul yang sama (informasi, penampilan, dan kualitas pembelajaran) bisa diakses dalam bentuk yang sama oleh semua siswa yang mengaksesnya, sedangkan dalam pembelajaran konvensional di kelas, karena alasan kesehatan atau masalah pribadi, satu instruktur pun bisa memberikan pelajaran di beberapa kelas dengan kualitas yang berbeda. Pembelajaran formal vs. informal. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya). Pembelajaran yang di tunjang oleh para ahli di bidang masing-masing. Walaupun sepertinya e-learning diberikan melalui komputer (yang adalah benda mati), e-learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola dan “dihidupkan” oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu: Subject Matter Expert (SME), Instructional Designer (ID), Graphic Designer (GD) dan para ahli di bidang Learning Management System (LMS). SME merupakan nara sumber dari pelatihan yang disampaikan. ID bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari. GD mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari. Para ahli di bidang LMS mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya. Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh. Jadi, e-learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

SUMBER : http://duniapendidikan.blog.com/879052/

Alasannya adalah E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan, guru/instruktur dapat pula memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengakses bahan belajar tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh peserta didik sekali saja dan dalam rentangan waktu tertentu pula

Contoh E-Learning UNS
http://lpp.uns.ac.id/web/moodle/moodle/
contoh E-Learning Unibraw
http://e-learning.fe.unibraw.ac.id/

penilaiannya :
Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan guru/dosen setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Manakala fasilitas infrastruktur tidak hanya tersedia di daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaan, maka kegiatan e-Learning akan memberikan manfaat kepada peserta didik yang (1) belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya, (2) mengikuti program pendidikan keluarga di rumah (home schoolers) untuk mempelajarii materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orangtuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang komputer, (3) merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah, yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan pendidikannya, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri, dan (4) tidak tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan.

apa yang dimaksud Domain Name, Hosting, B2C, B2B


    • Arti istilah Domain name dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut :
      Satu nama yang ditujukan untuk domain. Sebuah nama yang bertindak sebagai {kunci} yang dipergunakan oleh client-client NIS untuk dapat mencari server NIS yang sesuai dengan nama domain name nya.

    SUMBER : http://www.total.or.id/info.php?kk=Domain%20name

    • Hosting service :
      Web hosting (resiko rendah).
      FTP server (resiko rendah).
      Mail (resiko rendah).
    Hosting adalah tempat untuk menyimpan dokumen HTML.
    Ada tiga tipe utama dalam layanan hosting yaitu :
    1. shared.
    2. dedicated.
    3. colocation.
    Contoh: http://gratisiklan.com/tags/contoh-iklan-hosting.html


    WEB HOSTING
    “If you want to go online, you will need a powerfull faster and reliable web server. You can host your web site to our web server so your web can be accessed via internet.” World Wide Web adalah bisnis yang membutuhkan webhosting handal, layanan sesuai kebutuhan, tetapi dengan harga terjangkau. IndoGlobal Web hadir dan siap melayani Anda secara profesional tanpa mengabaikan kenyamanan dan kebutuhan Anda. Juga siap menjadi Partner terbaik Anda di dunia Internet dengan menjadi penyedia layanan Hosting Terpercaya Anda. Hosting Murah Rp 3.500,- / bulan anda sudah bisa mendapatkan hosting yang handal.

    SUMBER : http://konsepit1.wordpress.com/

    • Transaction type service :
      E-commerce B2C (resiko sedang).
      E-commerce B2B (resiko sedang).

    Model E-Commerce diklasifikasikan menjadi:
    1. Bussiness to Bussiness (B2B)
    2. Bussiness to Customer (B2C)
    3. Untuk masa saat ini sudah ada e-commerce goverment yaitu Goverment to Business, Goverment to Contomer, dan Goverment to Govemernet.

    Model-model pendapatan yang bisa diperoleh pada bisnis E-Commerce:
    • Model eceran : penjualan secara langsung barang atau jasa
    • Model berlangganan : pembayaran langsung akan informasi yang diperoleh
    • Model beriklan : memasang banner atau iklan pada situs-situs terkenal
    • Model Cybermall : kumpulan badan bisnis yang menawarkan berbagai barang dan jasa
    • Model Intermediasi/ perantara : broker berbagai macam barang dan jasa

    Model Bisnis B2B

    Aplikasi e-commerce B2B yang melibatkan katalog elektronik, pertukaran, dan pangsa pasar pelelangan yang menggunakan website dan portal Internet, intranet, dan ekstranet untuk menyatukan pembeli dan penjual
    Banyak portal e-commerce B2B dibangun dan dioperasikan untuk berbagai industri oleh perusahaan pihak ketiga marker-marker yang disebut infomediaries, yang mana boleh mewakili konsortium dari perusahaan utama.
    E-commerce B2B juga meliputi aplikasi seperti pertukaran data elektronis, yang mana secara otomatis melakukan pertukaran dokumen bisnis di Internet.

    Model Bisnis B2B
    Yaitu :

    1. penjualan produk / jasa antar company atau antar badan bisnis.
    2. Di dalam B2B, transaksi online dilakukan antara bisnis dan bisnis yang lain.
      Partisipannya meliputi bisnis atau organisasi lainnya

    Karakteristik B2B
    Karakteristik transaksi B2B pada umumnya :
    • Penjualan barang / jasa dalam jumlah yang banyak atau borongan.
    • Biasanya dengan harga yang khusus / lebih murah, karena pembelian dilakukan dengan jumlah banyak guna dijual kembali.
    • Koneksi on-line antara vendor dengan pembeli.

    Contoh: http://www.verticalnet.com/


    Keuntungan B2B

    Pencapaian kesempatan berkompetisi secara nyata :
    • Produktivitas kerja yang besar dan postensial.
    • Penghematan waktu dalam melakukan transaksi.
    • Berkurangnya biaya yang harus dikeluarkan (Proses yang cepat, transparan, dan harga yang lebih murah)
    Pengurangan biaya atau pengeluaran :
    • Cisco System ($ 3.5 billion dalam pengurangan biaya pada tahun 1998)
    • DELL Computer Corporation (over $ 1.7 million/day)

    Tantangan B2B
    • Data cost OSS yang kuat berbasis accounting
    • Transformasi paralel dari semua orang atau budaya dalam hal proses dan teknologi
    • Pembaruan adalah hal yang sangat penting
    • Perundangan pemerintah
    • Proses perjanjian kerja sama
    • Harga dan pembayaran

    Model Bisnis B2C

    Khususnya bisnis yang menjual produk dan jasa ke konsumen pada website e-commerce yang menyediakan halaman Web yang menarik, katalog multimedia, proses pemesanan yang interaktif, sistem pembayaran elektronik yang aman, dan dukungan kustomer secara online.

    Model Bisnis B2C
    Yaitu :

    1. penjualan produk atau jasa antara company dengan konsumen.
    2. Di dalam transaksi B2C, transaksi online dibuat antara bisnis dan konsumen.
      Transaksi ini meliputi transaksi penjualan dengan pembeli-pembeli individu

    Contoh : http://www.nokia.com/
    http://www.fastncheap.com/
    http://www.ebay.com/

    Karakteristik B2C
    • Penjualan secara eceran dari company/ badan bisnis langsung ke konsumen akhir
    • Produk eceran yang sangat beraneka ragam
    • Pembayaran secara on-line menggunakan kartu kredit
    • Berbelanja dengan sangat mudah
    • Usaha berpromosi dengan menggunakan penjualan silang antara produsen dengan konsumen atau dengan adanya potongan harga

    Keuntungan B2C

    Keuntungan bagi badan bisnis :
    • Akses ke pasar global secara langsung
    • Penghematan waktu dan tempat
    • Pengurangan biaya yang sangat berarti
    • Kesediaan penuh : 24 jam perhari dan 7 hari perminggu

    Keuntungan bagi konsumen :
    • Berbelanja secara on-line tidak sesulit dari apa yang biasa didapat di pasar tradisional
    • Mudah dalam penggunaannya, tidak memerlukan kepandaian khusus
    • Banyak pilihan yang didapat dengan mudah ditambah dengan kerahasiaan yang dijamin
    • Product-on-demand ( apa yang anda perlukan akan anda dapatkan )


    Pada B2C, pemesanan dilakukan melalui portal Web (forms)
    Proses administrasi secara otomatis
    Data dijamin akurat: sistem dapat memeriksa keabsahan input dan melaporkan kesalahan, jika ada, untuk dikoreksi secara langsung (interaktif)
    Mengurangi beban administrasi bagi penjual - karena data sudah langsung masuk ke sistem.

    Tantangan B2C
    • Transformasi Budaya dari tradisional ke on-line
    • Memerlukan kepercayaan yang sangat tinggi
    • Keterbatasan pembayaran (transaksi maksimum, keamanan dll)
    • Sistem pengiriman

    SUMBER :

    1. http://www.tibran-yusuf.com/persekitaraan/e_commerse.htm
    2. http://ronnyfch.files.wordpress.com/2008/04/04a-proses-proses-bisnis-e-commerce.ppt