Senin, 12 Mei 2008

E-Commerce Security

Cybercrime

Pencurian kartu kredit
Hacking dan Cracking beberapa situs
Penyadapan transmisi data dgn cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam program komputer

Dalam cybercrime dimungkinkan adanya :
  1. Delik Formil
  2. Delik materiil
Dalam cybercrime dimungkinkan adanya :
  1. Delik Formil, yaitu : masuk ke komputer orang lain tanpa ijin
  2. Delik materiil, yaitu : menimbulkan kerugian bagi orang lain
Kasus-kasus Cybercrime adalah sebagai berikut :
  • Penipuan lelang online
  • Penipuan saham online
  • Penipuan pemasaran berjenjang online
  • Penipuan kartu kredit

Cyberlaw

Indonesia :
  1. Undang-Undang ITE
  2. KUHP pasal (362)

unsur mencuri meliputi mengambil suatu barang yang sebagian atau seluruhnya kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki, dan dilakukan secara melawan hukum.

Bila satu dari unsur itu tidak ada, seseorang tentu tidak bisa dikatakan mencuri.
Singapura (1998) :
The Electronic Act (Transaksi Elektronik)
The Electronic Communication Act(ECPA)

A.S (1996) :
Communication Assistance For Law Enforcement Act
Tellecomunication Service

Tujuan dasar SECURITY :

Konsep dasar yang berkaitan dengan keamanan e-Commerce

Jenis-jenis Keamanan :
  1. Perlindungan
  2. Pembahasan Keamana

Tujuan Dasar Keamanan :
  • Confidentiality
Jaminan bahwa informasi yang dikirim melalui internet tidak dapat dibuka atau di ketahui oleh orang yang tidak berhak.
  • Integrity
Jaminan konsistensi data informasi sesuai dengan data asli shg terhindar dari penduplikatan dan perusakan data.

  • Availability
Jaminan bhw hanya pengguna sah (orang yang berhak) saja yg bisa mengakses informasi miliknya sendiri
  • Legitimate user
Jaminan kepastian bhw sumber informasi tdk diakses oleh org yang tidak berhak/ bertanggung jawab.
  • Security Policy
Satu set aturan yang diterapkan pada semua kegiatan pengamanan pada sistem komunikasi dan komputer yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan.


Konsep Dasar yg Berkaitan dengan Keamanan E-Commerce :
  • Authorization
Bagian dari security policy, berupa pemberian kekuatan secara hukum kepada pengguna / user untuk melakukan segala aktivitas nya.
  • Accountability
Bagian yg mendasari security policy.

Dimana bila individu yang berhak ingin mengakses accountnya harus dijamin oleh securiy policy tsb. bahwa ia benar-benar bisa melakukan segala aktivitasnya.
  • A Threat
Kemungkinan munculnya seseorang, sesuatu atau kejadian yg bisa membahayakan aset-aset yg berharga khsusnya yg berhubungan dengan tujuan keamanan.
  • An Attack
Realisasi dari ancaman.

Ada dua macam attack :

- Passive Attack

- Active Attack

Monitoring terhadap segala kegiatan atau jalannya pengiriman informasi rahasia oleh organisasi yg tidak berhak. Perusakan informasi dgn sengaja dan langsung mengena pd sasaran
  • Safeguards
kontrol secara fisik, mekanisme dari kebijaksanaan dan prosedur yang melindungi informasi berharga dari ancaman yang mungkin datang setiap saat.
  • Vulnerabilities
bagian dari sistem yg mudah rusak atau diserang karena adan sela-sela keamanan yg bisa ditembus.
  • Risk
perkiraan nilai kerugian yg ditimbulkan oleh kemungkinan ada nya attack yang sukses, makin tinggi Vulnarablenya maka semakin tinggi pula tingkat risknya.
  • Risk Analysis
proses yang menghasilkan suatu keputusan apakah pengeluar an yang dilakukan terhadap safeguard benar-benar bisa menjamin tingkat keamanan yang diinginkan.

keamanan-keamanan yang harus diperhatikan :
  1. Keamanan Komunikasi
  2. Keamanan Komputer
  3. Keamanan secara fisik
  4. Keamanan personal
  5. Keamanan administrasi
  6. Keamanan media yang digunakan
Jenis Keamanan :
  • Keamanan Komunikasi
Perlindungan terhadap informasi ketika dikirim dari sebuah sistem ke sistem lain.
  • Keamanan Komputer
Perlindungan terhadap sistem informasi komputer.
  • Keamanan secara fisik
satpam, pintu terkunci, sistem kontrol.
  • Keamanan personal
Kepribadian operator (orang yg mengoperasikan sistem)
Keamanan administrasi

Pencatatan kejadian pada H/W atau S/W

Keamanan media yang digunakan :

Harddisk, dan jaminan data tidak hilang.

Perlindungan

Perlindungan yang dilakukan pada keamanan komunikasi dan Komputer.

1. Authentication service

Memberikan konfirmasi pengesahan terhadap identitas pengguna.

- Entity authentication

Pintu gerbang masuk pertama (password)

- Data origin authentication

Informasi sah/tidaknya sebuah identitas.

2. Access Control services.
Melindungi semua fasilitas dan sumber-sumber yang ada, dari akses yang tidak berhak

3. Confidentiality Service

Memproteksi informasi yang kira-kira menjadi incaran akan disingkap oleh orang lain

4. Data integrity services

Melindungi terhadap ancaman dari usaha orang yang akan mengubah data

5. Non repudiation Service

Perlindungan terhadap user dari ancaman user yang berhak lainnya.

Cookies

Unit informasi yang disimpan di komputer client dalam bentuk text file. Diciptakan dan digunakan oleh server untuk mengingat informasi tentang user seperti pilihan options, atau user ID. Informasi dalam cookies dikirim oleh browser untuk dibaca server sebagai bagian dari HTTP request. Server memiliki akses untuk membuat, menginisialisasi dan mengubah parameter cookie. Masa habis berlaku (expiration time). User ID, password yang dienkripsi
Alamat server yang dituju, dsb

Firewall (i)

Dapat berupa sebuah komputer, router atau peralatan komunikasi yang menyaring akses untuk melindungi jaringan dari gangguan ilegal, kecelakaan atau tindak kejahatan. Bisa berupa hardware, software, atau bisa juga berupa seperangkat aturan dan prosedur (policy) yang ditetapkan oleh organisasi

Firewall (ii)

2 komponen pokok firewall :
Packet filter: menyaring semua paket yang masuk dan keluar pada port-port internet Network Address Translation (NAT): pelindung detail IP address private yang digunakan dalam LAN untuk digunakan ke jaringan Internet. Namun juga dapat menyebabkan seorang pembobol sistem menjadi susah dilacak karena IP-nya tersembunyi

Firewall (iii)
  • Memblok 3rd party cookies
  • Memblok script-script internet yang tidak aman
  • Menutup celah-celah keamanan (port) yang rawan disusupi cracker
  • Menolak PING dan port scanning dengan menyembunyikan status komputer
Contoh: Zone Alarm, Black Ice Defender, Norton Tiny Personal Firewall, dsb


Kelebihan Firewall

Sebagai fokus keputusan security. Pos pemeriksaan paket data yang keluar-masuk
Mendukung security policy, misalnya perusahaan menetapkan penggunaan NAT sehingga hanya user atau group tertentu yang boleh keluar, hanya protokol tertentu yang aktif, hanya beberapa aplikasi yang boleh akses keluar, dsb. Mencatat log aktifitas user sebagai dokumentasi statistik tentang penggunaan jaringan.

Kelemahan Firewall

Firewall tidak dibuat untuk penyerang “orang dalam” yang misalnya, berusaha menyalin data ke dalam disket, atau memodifikasi program Firewall tidak dapat melindungi dan melawan lalu lintas data yang tidak melewatinya (sistem backdoor) Firewall tidak dapat melindungi dan melawan virus, scanning hanya ditujukan ke alamat sumber, alamat tujuan, dan nomor port, bukan data yang rinci.

sumber : http://209.85.175.104/search?q=cache:9o2DawOveGIJ:118.98.160.245/download/materi/E-Commerce/SP34242E-Comm%252013.ppt+%22keamanan+e-commerce%22&hl=id&ct=clnk&cd=2&gl=id

Tidak ada komentar: